Mengelola Bahan Organik

Mengelola bahan organik

Bahan organik berfungsi sebagai penyimpanan unsur hara yang secara perlahan akan di lepaskan ke dalam Jarman air tanah dan disediakan bagi tanaman. Bahan organik di dalam atau di alas tanah juga melindungi dan membanui mengatur suhu dan kelembaban tanah. Seringkali pentantaatan baba!) organik digabungkan dengan teknik-teknik lain dengan limas’ yang sating melengkapi, misalnya peman Malan pupuk buittan, pengolahan tanah, pengumpulan air, penaungan. dan pembuatan pentatanu. Pengelolaan bahan organik berheda sesuai dengan situasi clan tanamannya. Pengetotaan yang tidak memadai dapat menyebabkan pemanfaatan unsur hara yang tidak efisien, hilangnya unsur ham. pengikatan unsur ham atau pengasaman.

Ada lima cara dasar penanganan bahan organik sebagai berikut: (I) memberikannya langsung ke tanah, baik itu sebagai mulsa pada permukaan tanah matipun dipendam datum tanah; (2) membakamya (mengakibatkan ntineralisasi): (3) mengomposnya: (4) menjadikannya sebagai pakan ternak: atau (5) mein termentasikannya dalam instalasi hiogas.

Ketersediaan bahan organik yang mencukupi merupakan hal yang kritis. Jika unsur hara digantikan tertitamit Melt baltan-bahan kimia dan petani tidak lagi mcnganggap pemberian pupuk kandang penting, maka tanah akan menjadi in isk in hahan organik dan unsur tiara penyangga. Selain iu, tanah akan mein adi rentan terhadap kekeringan clan serangan Kama. Dengan kata lain. produktivitas dan kestabilan sistem pertanian akan menurtin. Da lain hal seperti ini, investasi unsur tiara dan tenaga kerja pada stun awal sangat diperlukan bagi peningkatan produksi biomassa untuk keinudian dimantaatkan sebagai pupa. Dengan cara ini. modal kerja petani semakin meningkat Milan) bent uk bahan organik tanah.

Beberapa perkiraan kasar mengenai tingkat input bahan organik yang dibutuhkan dalam kondisi agroekologis yang berbeda dapat diambil dari Young (1990). Dijelaskan, bahan diperlukan 8,5 ton residu di atas permukaan tanah per hektar untuk daerah Icmbah. 4 tonihektar untuk daerah sublembab dan 2 ton/hekta r untuk daerah semi kering. Jumlah itu diperlukan guna mempertahankan target tingkat karbon tanah bcrturut-t unit 2.0. 1.0 dan 0,5. Oleh karena residu di atas pentnikaan dari tanaman t Imam! biasanya kuranu.dari 3 ton/hektar, jelas bahwa di daerah tropis yang lembab„ dibutulikan sumber biomassa ckstra (misalnya pohon-pohon, tanaman naungan) untuk mementihi target itu. Dalam Lampiran A akan dijelaskan beberapa pilihan teknis untuk pengelolaan bahan organik dan kondisi-kondisi di mana pilihanpilihan itti bisa ditcrapkan.
Mencolall tanah
Kond isi Lanai) bisa juga diperbaiki dengan pengolahan yang berpengartili terhadap struktur tanah, kemampuan menahan air, aerasi, kernampuan in liltrasi, sului, dan evaporasi. Pengolahan tanah akan mengurangi pembentukan panas dan memecahkan saluran-siduran kapiler dalam tanah. Lapisan yang diolah akan mengering dengan cepat. tetapi kelernbaban di bawalt dapat terkonser asi denganlebili baik. Pengolahan tanah dapat men- c iptakan kondisi yang mendukung perkecambahan benih dan mungk in di perl ukan untuk memerangi gulma dan llama tanaman yang lain atau tintuk membantu mengendalikan erosi. Pengolahan tanah membuttihkan inpmenergi yang tinggi. Inpui ini bisa dihasilkan dari dalam suatu usaha tani (tenaga kerja manusia atau tenaga hewanl ataupun berasal dari luar lahan (tenaga buruh mat] hewan yang disewa. mekanisasi berbahan bakar). Pengolahan tanah bisa menuakibatkan elk negatilatas kehidupan tanah dan men ingkatkan mineralisasi bahan organik. Jika tidak dikerjakan dengan baik, pengolahan tanah bisa juga meningkatkan erosi.
Teknik pengolahan konservasi dan tcknik tanpa pengolahan akhir-akhir in i tclah dikembangkan olch Hinman dan petani, dan merupakan praktekpraktek pertanian tradisional di beberapa tempat. kondisi LEIA, tanpa pengolahan bisa memberikan ketintungan, karena kerja kcras untuk penyiapan tanah digantikan oleh kchidupan tanah. Namun, karena ada batasan-batasan pada praktek ini. teknik pengolahan (atau tanpa pengolahan) yang cocok harus dengan hati-hati dipilih untuk tiap-tiap tempat khusus. Tidak mungkin dapat diberikan anjuran-anjuran yang urnum.
Pustaka
Pertanian masa depan: pengantar untuk pertanian berkelanjutan dengan input ...Oleh Coen Reijntjes,Bertus Haverkort,Ann Waters-Bayer

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mengelola Bahan Organik

  1. Daniel says:

    Nice posting…. Thank you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s