Pemilihan Lokasi Peternakan

Langkah berikut yang sangat penting dari segi teknis dan juga dari sudut bisnis adalah penentuan lokasi peternakan. Lokasi suatu peternakan berkaitan erat dengan ayam itu sendiri, pemasaran hasil kelak, berkaitan dengan pasokan sumber daya. Semua itu bertalian dengan biaya produksi.
Lokasi suatu peternakan, baik itu peternakan skala kecil menengah dan apalagi skala besar, hams mempunyai kriteria sebagai berikut:

1. Lokasi harus di daerah yang memang ditentukan untuk peternakan, yaitu sesuai rencana induk pemerintah daerah setempat. Jangan memilih lokasi yang peruntukannya lain dari itu. Ambil contoh wilayah Tangerang yang dahulu tepat sekali untuk peternakan, tetapi setelah Tangerang berkembang menjadi daerah perumahan, Industri Non Pertanian dan Lapangan Terbang Internasional “Sukarno — Hatta” maka daerah Tangerang sudah
tidak layak lagi untuk lokasi peternakan, apalagi peternakan ayam ras.
Untuk hal ini anda dapat menghubungi pemerintah daerah setempat untuk menanyakan rencana Pembangunan Daerah dan melihat di mana lokasi wilayah untuk peternakan. Bila PemDa ternyata belum merancangnya, paling tidak dapat diketahui wilayah peternakan atau pertanian yang sudah dilakukan selama ini.
Pemilihan dengan dasar butir 1 akan menjamin anda dari sudut Hukum dan menghindari tuntutan masyarakat, karena usaha anda herada di jalur yang benar.
Hal di atas bagi calon peternak yang belum memiliki tanah untuk lokasi peternakan. Bagi yang telah memiliki tanah dan ingin memanfaatkan untuk peternakan maka faktor kelayakan lokasi untuk peternakan tetap harus dipikirkan. Umumnya mereka memil iki tanah menganggur itu ada di luar kota sehingga dapat dimanfaatkan untuk peternakan.

2.Lokasi untuk peternakan harus jauh dari keramaian dan jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini merupakan lanjutan dan berkaitan dengan butir 1. Peternakan memang dapat men imbulkan gangguan untuk penduduk, dan sebaliknya juga demikian. Suara ramai, gaduh dan hilir mudik orang dapat menganggu ayam yang ada di peternakan, bahkan sangat bahaya dari segi kesehatan ayam.

3.Lokasi yang memenuhi butir 2 itu tetap harus memperhatikan kemudahan dalam perolehan bahan-bahan baku peternakan dan penjualan hasil. Lokasi yang ideal adalah dekat dengan sumber bahan baku, dekat dengan lokasi pemasaran dan memenuhi butir 1 clan 2. Kadang kala hanya dekat dengan sumber bahan baku atau hanya dekat dengan lokasi pemasaran. Mana yang dipilih? Untuk hal ini biaya transportasi yang akan menentukan. Dalam banyak kasus lokasi yang lebih dekat dengan sumber bahan haku menjadi pilihan, karena hasil peternakan umumnya diambil oleh pedagang pengumpul.

4. Lokasi untuk peternakan itu memenuhi persyaratan teknis, seperti: ada air dan dapat diminum, permukaan tanah yang cukup kedatarannya, tidak berdekatan dengan bukit dan ada jalan untuk transportasi.Lokasi ideal bila memenuhi persyaratan tadi ditambah dengan penilaian terhadap harga tanah. Lokasi ada di sekitar kota tentunya sangat baik, tetapi hams dipertimbangkan kemungkinan di masa depan. Banyak daerahdaerah pinggir kota yang kemudian hari berkembang menjadi daerah pemukiman dan daerah Industri yang bising dan sarat polusi. Masalahnya tentu akan lain bila tujuan beternak itu bukan untuk tujuan komersial, yaitu sekedar memanfaatkan tanah kosong sambil menunggu harga tanah naik di kemudian hari.Lokasi untuk peternakan itu akan menjadi lebih serius bila yang akan dibangun adalah peternakan skala besar, walaupun ketika buku ini dibuat belum ada peternakan ayam kampung skala besar. Lokasi hams lebih memperhatikan pemasaran hasil kelak. Sebab produk yang akan dipasarkan itu adalah “benda hidup” yang dapat mati atau telur ayam yang dapat busuk. Peternakan besar lebih menuntut syarat yang ketat daripada peternakan kecil. Peternakan kecil masih dapat menyatu dengan lingkup kota, tetapi peternakan besar hams terpisah dari lingkup wilayah kota. Peternakan ayam kampung yang berjumlah beberapa ratus ekor, masih dapat dibuka di pinggiran kota. Tetapi bila sudah ribuan ekor atau puluhan ribu sudah jelas perlu lokasi yang tenang dan serangkaian syarat seperti empat butir di atas.
Pustaka

Pengelolaan Usaha Peternakan Ayam Kampung Oleh Dr. Ir. Muhammad Rasyaf, MS.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s