Penanganan Ikan Hidup Dan Segar

Produksi ikan bersifat musiman, terutama ikan laut. Dengan demikian, pada suatu saat produksi ikan sangat melimpah, sedangkan pada waktu yang lain sangat rendah.Tidak heran bila pada saat produksi sangat melimpah, banyak ikan yang tidak dimanfaatkan sehingga menjadi busuk. Proses pembusukan ini akan mengakibatkan menurunnya mutu dan harga ikan. Hal ini sangat merugikan bagi nelayan atau pengusaha yang berkecimpung di dalam dunia bisnis perikanan.

Untuk mencegah proses pembusukan, perlu dikembangkan cara penanganan yang cepat dan cermat agar sebagian besar ikan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan. Dalam hal ini akan dijelaskan mengenai penanganan ikan hidup dan penanganan ikan segar.

1. Penanganan ikan hidup
Hampir semua jenis ikan air tawar, baik hias maupun konsumsi, lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, bila ingin mendapatkan harga yang baik diperlukan usaha penanganan ikan hidup yang benar.

Dalam penanganan ikan hidup, hal yang terpenting
adalah cara mengusahakan agar ikan-ikan tersebut sampai ke
konsumen masih dalam keadaan hidup, segar, dan sehat. Untuk itu, diperlukan sistem pengangkutan yang dapat menjamin ikan dalam keadaan sesuai dengan permintaan konsumen.

Selama proses pengangkutan ikan, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut.
a) Kebutuhan 02
Ikan-ikan yang aktif bergerak dan yang masih kecil sangat membutuhkan 02 lebih banyak. Kandungan 02 dalam air dingin lebih banyak dibandingkan dengan air hangat atau panas. Oleh karena itu, dalam pengangkutan sangat dianjurkan untuk menggunakan air yang bersuhu rendah sesuai dengan habitatnya.
b) Jenis dan besar wadah
Wadah yang akan digunakan untuk mengangkut ikan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan diangkut. Semakin banyak jumlah ikan maka wadah yang digunakan juga harus besar. Selain itu, jika ikan yang diangkut memiliki sirip punggung tajam dan karakter ikan sangat aktif maka sebaiknya menggunakan plastik yang tebal. Besar wadah ini juga akan berpengaruh terhadap jumlah oksigen yang diisikan karena pertimbangan jarak yang ditempuh.
c) Waktu pengangkutan
Pada pagi hari atau sore hari sangat baik untuk mengangkut ikan ke tempat konsumen. Hal ini dikarenakan pada saat itu suhu udara tidak terlalu tinggi sehingga ikan masih tetap hidup.
d) Jumlah ikan
Jumlah ikan dalam alat pengangkutan sebaiknya jangan terlalu padat agar tidak kekurangan 02.

2. Penanganan ikan segar
Akhir-akhir ini permintaan Jepang untuk ikan segar semakin meningkat, terutama untuk jenis tuna yang dagingnya putih. Jenis ikan tersebut di pasaran Jepang laku keras karena sering digunakan untuk shasimi atau dimakan dalam keadaan mentah. Harga shasimi ini jauh lebih mahal daripada ikan yang diolah dalam kaleng. Untuk memenuhi permintaan Jepang yang semakin meningkat tersebut, diperlukan penanganan ikan segar, mulai dari ikan ditangkap sampai ke tangan konsumen.

Penanganan ikan segar atau istilahnya handling merupakan salah satu bagian penting dalam mata rantai industri perikanan. Baik buruknya ikan segar akan mempengaruhi mutu ikan sebagai bahan makanan atau sebagai bahan mentah untuk proses pengolahan lebih lanjut.

Tujuan handling adalah untuk mengusahakan agar kesegaran ikan setelah ditangkap bisa dipertahankan selama mungkin. Selain itu, bertujuan untuk menjaga agar produksi ikan setelah sampai
di tangan konsumen masih dalam keadaan segar. Untuk lebih memahami handling, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut .

a. Penanganan ikan segar di kapal-kapal ikan
Handling ikan segar di kapal merupakan langkah pertama yang penting. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam handling ikan segar di kapal, antara lain sebagai berikut.

1) Penyiangan ikan atau dressing
Penyiangan ini dilakukan berdasarkan ukuran badannya. Untuk ikan-ikan kecil yang badannya mudah rusak seperti lemuru atau kembung, tidak perlu disiangi. Selain itu, juga tergantung pada tindak lanjut pengolahan dan permintaan pasar. Jika akan dikemas dalam kaleng, ikan-ikan tersebut diolah menjadi fillet atau dibekukan, tetapi tidak perlu disiangi.
2) Pencucian dengan air mengalir
Pencucian bertujuan untuk membebaskan ikan dari kotoran yang menempel dan berpeluang timbulnya bakteri pembusuk.
3) Pemindahan ikan dalam palka
Dalam hal ini, usahakan jangan sampai ikan tersebut dijatuhkan dari dek agar tidak menimbulkan luka pada kulit ikan. Luka pada kulit ikan akan mempercepat proses pembusukan.
4) Pendinginan
Untuk menjaga agar ikan tetap segar, dalam penyimpanan perlu diberi hancuran es. Sedapat mungkin es yang dipakai berasal dari air yang bersih agar bebas dari kuman.

Pustaka
Agribisnis Perikanan (Revisi) By Tim Penulis PS

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s