Hiv & Aids Dalam Agama

Saya akan mengajak dan melihat secara lebih dalam tentang bagaimana stigma agama terhadap ODHA itu sebenarnya bermuara pada kompleksitas tradisi dan ajaran agama itu sendiri. Analisis ini diperlukan untuk nantinya dipahami sebagai peluang bagi agama untuk turut serta mengatasi masalah AIDS secara konstruktif, tentu dengan sedikit berpihak kepada ODHA, sebagai korban.

Bahwa memang benar, di satu sisi, agama sangat membenci dan menghakimi para pendosa, tetapi di sisi lain ternyata agama juga memerintahkan umatnya untuk memberikan kasih sayang, mengunjungi, bahkan memberikan perhatian bagi yang sakit. Adanya “dualitas” ajaran tentang moral dalam konteks AIDS ini tentu saja memiliki konsekuensi logis yang berbeda. Jika diterjemahkan dalam wujud sikap kita terhadap ODHA, konsekuensi pertanyaannya adalah, “Apakah mereka harus kita benci atau kasihi?”

Kekaburan moralitas agama dalam konteks AIDS inilah yang mendorong Mark R. Kowalewski melakukan penelitian sosiologis di Amerika Serikat pada 1990, untuk mencari tahu tentang bagaimana sebenarnya agama Kristen di sana merespons HIV & AIDS. Ternyata, riset Kowalewski, yang dilakukan dengan melakukan observasi atas sikap gereja-gereja di Amerika, melahirkan tipologi tiga jenis respons Kristen HIV & AIDS dan ODHA:
1. Menyalahkan dan mengutuk ODHA; dengan memahami AIDS sebagai hukuman Tuhan.
2. Merangkul dan bersimpati terhadap ODHA, dengan memahami AIDS sebagai sebuah penyakit biasa.
3. Menolong ODHA, tetapi tetap memelihara kesakralan gagasan-gagasan agama tentang moralitas.

Tipologi ini tidak jauh berbeda dengan respons Islam terhadap HIV & AIDS. Kita akan mendapati pandangan Muslim dari kalangan moral behaviorist, yang akan cenderung menyalahkan ODHA dan memahami AIDS sebagai hukuman Tuhan atas perilaku dosa dan kemaksiatan. Dan yang kedua adalah kelompok yang lebih memihak kepada ODHA; yang mengatasnamakan dirinya Muslim progresif, yaitu kelompok yang lebih memilih untuk memahami HIV & AIDS sebagai krisis global yang erat kaitannya dengan ketimpangan-ketimpangan sosial daripada melihatnya sebagai masalah moral individu. Bagi kalangan progresif ini, ODHA adalah korban atas ketidakadilan sistem, bukan orang-orang hukuman atas kecerobohan moral dan pelanggaran susila.

Kita akan memahami bahwa memang akan selalu ada perdebatan antara kelompok-kelompok tertentu dalam Islam mengenai isu-isu seperti ini. Alasan-alasan kemanusiaan biasanya dipakai kelompok yang mengatasnamakan dirinya progresif untuk menjustifikasi pembelaan mereka terhadap hak-hak kaum yang terpinggirkan, termasuk ODHA. Namun, kalangan pengusung moral sangat berkeberatan jika alasan-alasan kemanusiaan tersebut digunakan untuk mengabaikan pelanggaran atas hukum-hukum Tuhan.

Nyatanya, argumen para pengusung moral ini juga tidak bisa begitu saja kita abaikan, apalagi dipersalahkan. Sebab, bagi mereka, hukum Tuhan memang harus berada di atas segala pertimbangan. “Melayani” Tuhan dengan selalu taat terhadap aturan-aturan-Nya, bertakwa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama adalah misi terpenting dalam hidup mereka.

Walaupun demikian, kalangan yang progresif juga layak bertanya, apakah sosokTuhan itu ada “di luar sana”, ataukah Tuhan itu sebenarnya berada bersama dan menyatu dengan alasan-alasan kemanusiaan itu? Bagaimanakah kita harus “melayani” Tuhan? Dengan mengikuti aturan hukum-Nya ataukah dengan peduli kepada makhluk ciptaan-Nya yang sedang menderita?

Kalangan progresif ini berdalil bahwa dalam tradisi Islam, ada sebuah hadis qudsi’ yang mengatakan bahwa Tuhan pun sakit, lapar, dan haus; Dia lapar ketika ada hamba-Nya yang dibiarkan kelaparan, Dia haus ketika ada hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan, dan Dia sakit ketika ada hamba-Nya yang sakit tidak ada yang menjenguk dan memedulikan.

Pustaka
Aids Dalam Islam Oleh Ahmad Shams Madyan

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s