Manfaat Bawang Putih

Pemanfaatan bawang putih tidak hanya populer pada masa kini, tetapi juga sudah berlangsung sejak dimulainya peradaban manusia. Hipocrates mengungkapkan bahwa pada zaman Babilonia dan Yunani, bawang putih biasa dipakai sebagai obat perangsang (prespiran) untuk menyembuhkan sembelit dan pelancar air seni.

Dalam catatan sejarah Mesir kuno, bawang putih mempunyai andil besar dalam pembangunan salah satu keajaiban dunia, yakni piramida-piramida besar. Pada saat itu, makanan para pekerja yang dipekerjakan untuk membangun piramida itu diberi bawang putih dalam jumlah besar. Mereka yakin bawang putih bisa menangkal penyakit dan memberi daya tahan tubuh yang kuat. Sementara itu, pada saat terjadi Perang Dunia Ke-2, berton-ton bawang putih dikonsumsi oleh para prajurit yang bertempur. Tujuannya, untuk meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh mereka terhadap berbagai jenis penyakit.

Pengobatan tradisional, terutama pengobatan tradisional Cina, banyak menggunakan tumbuh-tumbuhan, termasuk bawang putih. Kelebihan pengobatan Cina adalah tidak hanya menyembuhkan bagian tubuh yang sakit, tetapi juga mengobati seluruh bagian tubuh dan meningkatkan kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan bahan-bahan yang dipakai merupakan bahan-bahan alami yang bergizi bagi tubuh.

Meskipun memiliki efek menyembuhkan, ada hal yang tidak disenangi dalam mengonsumsi bawang putih, terutama jika dalam jumlah banyak, yakni bau badan dan bau mulut yang menyengat. Bau badan ini disebabkan bawang putih yang terserap lewat aliran darah dikeluarkan sebagai keringat melalui kulit tubuh. Sementara itu, bau mulut disebabkan sisa bawang putih di sela-sela gigi yang tertinggal. Ada suatu siasat agar mulut tidak mengeluarkan bau setelah mengonsumsi bawang putih, yaitu dengan memakan buah limau.

Seperti keluarga bawang-bawangan lainnya, bawang putih juga merangsang keluarnya air mata saat dikupas, walaupun tidak sedahsyat bawang merah. Efek tersebut akan terasa jika sedang mengupas atau mengiris bawang putih dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan adanya zat propanthial s-oxide yang dihasilkan oleh enzim lactrymatory factor synthase yang terdapat di lapisan umbi yang berwarna kuning. Biasanya, mengatasinya dilakukan dengan menggunakan kaca mata, menyalakan lilin, dan memasaknya dengan bercampur kentang. Namun, jika dimasak dengan kentang, aroma khas bawang putih berkurang. Cara yang lebih efektif tanpa mengurangi rasa khasnya adalah dengan meletakkan bawang putih di dalam freezer selama 5-10 menit sebelum dipotong.

Sementara itu, kehebatan bawang putih sebagai obat diduga karena kombinasi dua senyawa yang ada di dalamnya, yakni alisin dan scordinin. Alisin berfungsi sebagai antibiotik alami yang sanggup membasmi berbagai macam dan bentuk mikroba. Scordinin memiliki kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan tubuh.

Potensi bawang putih akan sedikit berkurang jika bawang putih dimasak, seperti digoreng. Dengan demikian, pendapat yang menyatakan bahwa khasiat bawang putih akan hilang jika dipanaskan, kurang tepat. Alisin tidak akan hilang, ia hanya tidak tahan terhadap panas. Demikian pula dengan enzim alinase yang ada dalam bawang putih, tidak seluruhnya rusak.

Dosis yang dianjurkan untuk dimakan adalah 1/2 – 3 siung per hari. Memakan lebih dari 3 siung bawang putih setiap hari dapat menimbulkan diare, kentut, sebah, dan demam, bahkan bisa mengakibatkan pendarahan lambung.

Sampai saati ini, masyarakat lebih menyukai bawang putih lokal daripada bawang putih impor. Bahkan, sebagian masyarakat mempercayai bawang putih lanang (jantan atau tunggal) lebih berkhasiat sebagai obat daripada bawang putih impor. Memang, ketajaman bau bawang putih lokal, terutama bawang putih lanang, lebih menyengat dan rasanya lebih gurih dibandingkan dengan bawang putih impor. Ibarat ayam, masyarakat lebih menyukai ayam kampung dari pada ayam negeri. Persoalannya, masyarakat di daerah perkotaan agak sulit mendapatkan bawang putih lokal, apalagi bawang putih lanang.

Pustaka
Khasiat & manfaat bawang putih: raja antibiotik alam Oleh Iyam Siti Syamsiah,Tajudin

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s