Sumber Dan Tempat Masuk Infeksi

INFEKSI MELALUI UDARA
Disebut juga dengan: air—born infection. Pada waktu kita bernapas, Udara dapat berisi 2 partikel-partikel yang bersifat infeksi,
a. Debu.
Meskipun kering, tapi masih dapat mengandung bakteri.
b. Droplets (tetesan)
Tetesan ludah atau dapat juga berbentuk mukosa pada waktu batuk atau bersin dapat menyebabkan infeksi kepada orang lain secara langsung. Banyak infeksi yang timbul karena droplets ini dan berbahaya, misalnya: difteria, meningitis, campak, influenza, TBC paru-paru, batuk rejan dan sebagainya.

Sebagai contoh selama hari pertama atau hari kedua, pada penderita campak, penderita kelihatannya menderita pilek kecil saja, akan tetapi pada saat tersebut sebetulnya sudah dapat menyebarkan kuman campak kepada orang lain. Demikian pula pada penyakit batuk rejan (whooping—cough) pada minggu pertama, gejalanya hanya batuk biasa, akan tetapi pada saat itu dengan cara infeksi tetes, telah dapat menularkan hama Haemophilus pertussis.

INFEKSI DAN KERACUNAN MAKANAN
Banyak ungkapan yang dikemukakan terhadap infeksi dan keracunan makanan. Dalam nada positif dikatakan bahwa tukang masak dapat menyelamatkan hidup kita terutama cara yang digunakan untuk memasak makanan dengan panas. Dan panas tersebut dapat membunuh mikroba. Tapi ada beberapa celah resiko antara memasak dan makan.

Kelompok bakteri Salmonella atau Staphylococcus dapat ditularkan melalui makanan oleh orang-orang tukang masak yang bersifat carrier (pembawa kuman). Penularan dapat terjadi pada makanan melalui perantara tikus, atau lalat.

Kuman dapat tumbuh dan berkembang dengan bebas di dalam makanan yang telah terkontaminasi dengan kuman penyakit. Dalam hubungan ini infeksi terutama terjadi pada saluran pencernaan yang menyebabkan gastroenteritis, dengan gejala khusus diare dan muntah. Demikian pula kuman penyakit tifus dan paratifus, dapat ditularkan melalui makanan. Botulismus adalah tipe kuman yang paling berbahaya yang menyebabkan keracunan makanan. Sering terjadi dalam produksi makanan kaleng. Kuman yang menyebabkan penyakit tersebut yakni Clostridium botulinum yang terdapat di dalam daging.

Susu, sering menjadi perantara dari berbagai macam penyakit infeksi. Secara langsung sapi dapat menyebabkan penyakit: TBC kelenjar limfe yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis tipe bovinus. Penyakit difteria pun dapat ditularkan melalui susu, misalnya melalui carrier dari penjual susu.

WATER—BORNE INFECTION

Selokan, sungai banyak mengandung kuman penyakit yang berasal dari kotoran manusia atau binatang, kotoran atau sampah yang berasal dari rumah sekitarnya. Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui perantaraan air yang telah berkontaminasi dengan kuman ini antara lain tifus kolera dan penyakit-penyakit perut menular lainnya.

INFEKSI YANG DISEBABKAN OLEH MANUSIA (CARRIER)

Setelah seseorang sembuh dari sesuatu penyakit infeksi tertentu, dalam jumlah yang terbatas, orang itu menjadi penerus kehidupan kuman di dalam dirinya atau yang disebut dengan carrier atau bacilen drager atau pembawa kuman.

Sesudah suatu serangan dari penyakit difteria atau scarlet fever mikroba berusaha untuk tinggal pada selaput membran (mukosa) hidung, kerongkongan, kejadian ini biasanya berlangsung tidak lama setelah imunisasi. Sesudah menderita penyakit tifus, basil tifus Salmonella typhi, kadang kadang dapat hidup bertahun-tahun dalam gall—bladder (kandung empedu) sehingga melalui fases dapat menularkan penyakit pada orang lain.

Ada macam bakteri yang lain seperti Meningococcus (Neisseria meningitidis) demikian pula virus yang menyebabkan poliomielitis dapat ditularkan oleh carrier dimana kuman-kuman bisa terdapat pada nasofaring atau pada saluran pencernaan dari carrier yang orangnya kelihatan sehat. Kenapa orang tidak sakit atau mengalami kematian karena bakteri atau kuman yang dibawanya?. Jawabannya terletak pada resistensi imunitas dari carrier dan dipihak lain adalah karena virulensi kuman juga sudah berkurang.

INSEKTA SEBAGAI CARRIER INFEKSI
Mikroba yang patogen dari berbagai macam jenis disebarkan melalui lalat, kutu atau pinjal binatang, kutubusuk atau tumbila. Plasmodium malaria diisap oleh nyamuk dari orang yang menderita penyakit malaria, sesudah mengalami siklus perkembangan di dalam badan nyamuk dan kemudian nyamuk tersebut menularkan parasit yang dewasa kepada manusia sehat lainnya (kebiasaan nyamuk sebelum mengisap darah manusia, meludah dulu, dengan demikian memasukan parasit ke dalam badan manusia).

Lalat memindahkan bakteri atau virus secara mekanis, yaitu dengan bulu-bulu yang melekat pada kakinya, atau yang terdapat pada kotoran lalat, berkontaminasi dengan makanan. Pinjal atau kutu binatang (tikus), memindahkan mikroba plagua (kuman penyakit pest= sampar) yang disebut Pasteurella pestis dari tikus-tikus yang telah mati ke manusia yang sehat. Demikian pula kutu dapat menyebarkan kuman typhus fever terhadap masyarakat yang tidak higienes dan kelaparan.

INFEKSI SECARA KONTAK LANGSUNG, ATAU MELALUI LUKA

Sudah dikenal sejak lama bahwa timbulnya penyakit kelamin (Venereal diseases) demikian pula seperti penyakit tetanus, gasgangren serta infeksi streptococcus karena, kontak langsung dan melalui luka.

INFEKSI MELALUI INJEKSI
Jarum suntik yang tidak steril, merupakan kesalahan dokter atau perawat dapat pula menularkan penyakit pada orang lain, misalnya hepatitis.

Pustaka
Dasar-dasar mikrobiologi parasitologi untuk perawat oleh syamsunir adam

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s