Pemupukan Pada Tanaman Buah Kombinasi

Tanaman buah kombinasi umumnya ditanam di dalam pot atau drum. jarang yang menanamnya langsung di tanah atau di lapangan. Karena itu, jumlah dan aplikasi pemupukannya pasti berbeda. Pemanfaatan unsur hara oleh tanaman di dalam pot atau drum lebih efisien dibandingkan dengan tanaman buah di tanah atau di lapangan, sehingga jumlah yang diberikan lebih sedikit dan frekuensi pemupukannya lebih jarang. Pemupukan rutin dianjurkan setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 50 gram/pot/drum. Atau bisa digunakan pupuk NPK tablet yang pemakaiannya cukup untuk 6-12 bulan sekali.

Anjuran dosis pemupukan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk NPK 15 : 15 : 15 sebanyak satu sendok makan sebulan sekali, terutama pada masa vegetatif. Selanjutnya, menjelang memasuki masa generatif dapat dipupuk dengan NPK 15 : 19 : 10 sebanyak satu sendok makan. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan unsur mikro, seminggu atau dua minggu sekali, tanaman dipupuk dengan pupuk daun yang memiliki kandungan nitrogen tinggi pada masa vegetatif, dan pupuk daun dengan kandungan fosfor tinggi pada masa generatif. Untuk tanaman buah kombinasi yang ditanam langsung di lapangan atau tanah, dosis pemupukannya sama dengan perlakuan pemupukan pada tanaman buah tunggal.

Pemberian pupuk yang tidak seimbang, berlebih, atau kurang dari kebutuhan tanaman, menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman. Kelebihan dan kekurangan pada salah satu unsur hara ditunjukkan dengan gejala perubahan warna atau perubahan bentuk daun. Diperlukan keterampilan dalam menentukan gejala kelebihan dan kekurangan unsur hara tertentu agar dapat diketahui upaya perbaikannya. Namun, gejala kelebihan atau kekurangan unsur hara kadang-kadang mirip dengan gejala pada serangan hama dan penyakit, sehingga sering terjadi kesalahan dalam menarik kesimpulan.

Kekurangan nitrogen ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang lambat, kerdil, daunnya berwarna hijau muda, dan daun yang lebih tua akan menguning dan mengering. Gejala kekurangan nitrogen berhubungan dengan bagian pucuk tanaman. Mula-mula terlihat pada daun-daun tua, karena jika terjadi kekurangan nitrogen pada pucuk, nitrogen yang tersimpan pada daun tua akan ditranslokasikan ke organ yang lebih muda. Kelebihan nitrogen ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang terlalu subur, ukuran daun menjadi lebih besar, dan batangnya menjadi lunak dan berair, sehingga mudah rebah dan mudah diserang penyakit. Kelebihan nitrogen juga menyebabkan terhambatnya pembentukan bunga, bunga mudah rontok, dan pematangan buah menjadi terhambat.

Gejala kekurangan fosfor ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang lambat dan kerdil, perkembangan akar terhambat, warna daun berubah menjadi hijau tua mengilap yang tidak normal, proses pematangan buah terhambat, perkembangan bentuk dan warna buah tidak baik, dan biji berkembang tidak normal. Sementara itu, kekurangan kalium ditandai dengan warna daun tampak lebih tua, batang dan cabang menjadi lemah dan mudah rebah, munculnya warna kuning di pinggir dan di ujung daun yang sudah tua, daun mengering dan rontok, kematangan buah terhambat, ukuran buah kecil, buah mudah rontok, warna buah tidak merata, buah tidak tahan disimpan lama, dan biji buah kisut.

Pustaka

Membuat Tanaman Buah Kombinasi Oleh Ir. Joesi Endah & Zaenal Abidin

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s