Budidaya Ikan Gurami

Jenis ikan gurami memiliki ukuran tubuh besar, beratnya dapat mencapai 2 kg/ekor atau bahkan lebih. Badannya berbentuk pipih dan tinggi, warna tubuh kecokelat-cokelatan, mulut kecil miring, rahang atas dan bawah tidak sama, memiliki dagu menonjol, rahang bergigi menyerupai kerucut dengan deretan gigi sebelah luar berukuran lebih besar, sisik berukuran relatif besar, sisik di bagian kepala tepinya kasar, badan bersisip dorsal dengan 12 -13 duri dan 11 — 13 jari-jari, permukaan sirip punggung letaknya jauh ke belakang sirip dubur yang memiliki 19 — 21 jari-jari, duri-duri pada sirip punggung, dubur berukuran besar, sirip perut terletak di bawah, sirip dada terdiri atas I duri dan 5 jari-jari, lebar badannya hampir dua kali panjang kepalanya atau sekitar 3/4 kali panjang badannya.

Ikan gurami jantan dan betina dapat dibedakan berdasarkan bagian-bagian tertentu pada tubuhnya, yakni sebagai berikut.

Gurami jantan : Dahinya tampak menonjol, pada bagian dasar sirip dada berwarna terang keputih-putihan, dan dagunya berwarna kuning.

Gurami betina : Dahinya tidak menonjol, pada bagian dasar sirip dada berwarna gelap kehitaman-hitaman, dagunya berwarna keputih-putihan atau sedikit cokelat.

Di perairan-perairan umum, ikan gurami banyak dijumpai di sungai, rawa, dan danau yang airnya tenang. Dengan demikian, pemeliharaan ikan gurami di kolam budi daya sebaiknya airnya tenang (bukan kolam deras). Selain itu. ikan gurami dapat juga dipelihara dalam keramba atau jala apung.

Pertumbuhan badan ikan gurami tergolong lambat, sehingga untuk mencapai bobot konsumsi (sekitar 700 g) memerlukan waktu sekitar 3 tahun. Umur ikan dapat mencapai 10 tahun lebih. Kematangan kelaminnya juga tergolong lambat, yakni pada umur 3 tahun. Dengan demikian, ikan gurami Baru dapat dikawinkan (dipijahkan) pada umur 3 tahun. Namun. hasil pemijahan terbaik yang dapat diperoleh adalah pemijahan pada induk yang berumur 5 —10 tahun. Pada umur lebih dari 10 tahun, produksi telurnya sudah menurun. Demikian pula, pada umur di bawah 5 tahun, produksi telurnya belum optimal.

Pembiakan ikan gurami umumnya terjadi pada musim kering, terutama ikan gurami yang hidup di perairan umum. Sedangkan di kolam budi daya, pembiakan dapat terjadi sepanjang tahun. Dalam proses pembiakan, ikan gurami membuat sarang untuk meletakkan telur-telurnya. Untuk melindungi gangguan dari hewan lain, sarang tersebut dibuat secara tersembunyi di antara tetumbuhan air atau rerumputan yang tumbuh di pinggir kolam. Sarang ikan gurami umumnya dibuat pada kedalaman sekitar 30 cm dari permukaan air. Setiap kali pembiakan Satu induk betina (gurami bastar). dapat membuahkan telur sebanyak 3.000 butir. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 30 — 36 jam.

Selain ikan gurami bastar, terdapat tiga jenis ikan gurami lain yang sangat produktif menghasilkan telur, yakni jenis gurami porselen, blausatir, dan paris. Jumlah telur yang dihasilkan oleh ketiga jenis gurami tersebut lebih banyak daripada ikan gurami bastar. yakni dapat mencapai 2 — 3 kali lipat.

Ciri-ciri masing-masing induk ketiga jenis gurami tersebut (porselen, blausafir, dan paris) adalah sebagai berikut.

a. Induk gurami porselen: Ukuran badannya sedang (1,5 — 2 kg/ekor), warna badannva merah muda (cerah), kepala berukuran kecil, telur yang dihasilkan dapat mencapai 10.000 butir setiap sarang, dan telurnya berukuran kecil-kecil.

b. Induk gurami blausafir Ukuran tubuhnya sedikit Iebih besar daripada induk porselen, warna tuhuhnya hampir sama dengan induk porselen, telur yang dihasilkan mencapai sekitar 5.000 7.000 butir per sarang.

c. Induk Paris: Ukuran tuhuhnya sedikit Iebih kecil daripada porselen, warna tubuhnya Iebih cerah daripada jenis porselen ataupun jenis blausatir, memiliki sisik agak halus, dapat menghasilkan telur sekitar 5.000 — 6.000 butir setiap sarang.

Harga jenis induk gurami unggul. terutama jenis porselen, sangat mahal, yakni sekitar Rp50.000,00 per ekor pada tahun 1989 (Sudarto, 1989).

Karena pertumbuhan badannya lambat, maka usaha budi daya ikan gurami yang menguntungkan dapat dilakukan dengan cara membatasi waktu pemeliharaan menurut besarnya ikan. Misalnya, pemeliharaan dapat dilakukan dari yang berukuran sebesar daun kelor, kemudian dijual setelah dipelihara sekitar 3 — 4 bulan yang besarnya kira-kira sudah sebesar ibu jari orang dewasa. Pemeliharaan gurami juga dapat dilakukan dari yang sebesar ibu jari orang dewasa, kemudian dijual setelah dipelihara 3 —4 bulan yang besarnya sudah mencapai dua jari tangan orang dewasa. Apabila menghendaki penjualan pada ukuran konsumsi, maka ikan tersebut sebaiknya dipelihara mulai dari umur 7 bulan atau sebesar empat jari tangan orang dewasa sehingga dalam waktu 5 — 6 bulan sudah dapat dijual untuk konsumsi. Sistem pemeliharaan demikian akan lebih menguntungkan daripada pemeliharaan yang dimulai dari kecil sampai konsumsi yang kira-kira akan memakan waktu 3 tahun.

Keuntungan pemeliharaan gurami dengan cara membatasi waktu dapat menekan angka kehilangan ikan karena mati atau dimakan hewan lain, dapat menekan biaya pemeliharaan, Iebih efisien, dan dapat memberikan hasil yang lebih menguntungkan.

Untuk mendapatkan benih-benih ikan gurami yang berukuran kecil (baru menetas) sampai yang berukuran besar sebesar telapak tangan orang dewasa tidak sulit. Petani atau pengusaha pembenihan ikan telah hanyak yang menyediakannya. Dengan adanya sistem pemeliharaan dengan membatasi waktu, maka peredaran benih ikan di pasaran menjadi lengkap dengan berbagai ukuran. Pusat pembenihan ikan gurami banyak terdapat di Desa Beji, Kabupaten Banyumas (Purwokerto).

Pustaka
Budi daya ikan air tawar: ikan gurami, ikan nila, ikan mas Oleh Ir. Bambang Cahyono

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s