Alergi Susu Sapi Dan Intoleransi Laktosa

Alergi susu pada bayi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi salah menduga protein susu sebagai zat berbahaya dan berusaha melawannya. Susu mengandung sedikitnya 20 protein atergenik. Alergi susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling umum ditemukan pada anak-anak dan memengaruhi 2-7% bayi di bawah umur 1 tahun. Bayi yang alergi susu sapi akan sensitif terhadap produk-produk dari kacang kedelai. Sebuah penelitian menemukan 30-40% bayi yang atergi susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai. Patut dicatat bahwa kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia 1 tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56% bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur 1 tahun, sedangkan pada umur 15 tahun, 95% anak sudah tidak menderita alergi susu.

Alergi susu sapi tidak sama dengan intoteransi laktosa. Intoleransi laktosa terjadi saat bayi kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna gula susu, yaitu laktosa. Penelitian terbaru menunjukkan alergi susu sapi dapat pula menyebabkan konstipasi. Intoleransi laktosa jarang terjadi pada bayi dan gejala-gejalanya dapat diamati sejak dini karena bayi sejak lahir mengalami masalah dalam mencerna susu dan akan mengalami masalah dalam berat badan.

Jika bayi Anda didiagnosa alergi susu sapi, Anda perlu menghindarkan semua produk susu olahan, termasuk yogurt dan keju. Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk memastikan buah hati Anda mendapatkan nutrisi yang diperlukan, sekalipun harus diet susu sapi dan semua produk olahannya. Periksalah semua label makanan dengan seksama dan hindari makanan yang mengandung:

1. Susu sapi (termasuk susu skim dan evaporasi).
2. Susu bubuk.
3. Keju.
4. Butter.
5. Margarin.
6. Butter milk.
7. Dadih.
8. Casein.

Perlu Anda perhatikan, jangan memberikan makanan pada bayi Anda jika Anda tidak yakin dengan kandungan yang ada di dalamnya. Prinsipnya, hindarkanlah bayi Anda dari alergen atau bahan-bahan pemicu alergi.

Pustaka
A to Z Makanan Pendamping ASI Oleh Dwi Prabantini

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s