Pokok Bahasan Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro

Anda pasti pernah mendengar tentang fungsi pasar sebagai ajang pertemuan antara penjual dan pembeli, antara produsen dan konsumen, di mana harga terbentuk dalam interaksi antara penawaran dan permintaan. Kita ingin mengetahui lebih mendalam tentang mengapa pasar barang tertentu bersifat demikian, mengapa konsumen bertindak demikian, dan mengapa produsen/penjual berbuat begitu.

Permintaan akan suatu barang tertentu bersumber pada kebutuhan konsumen. Orang mau membeli barang dan jasa serta bersedia membayar harganya Karen barang/jasa tersebm berguna untuknya, yaitu dapat memenuhi salah satu kebutuhannya. Mengapa konsumen mempunyai kebutuhan semacam ini tidak dipersoalkan lebih lajut dalam teori ekonomi; kebutuhan manusia dipandang sebagai data yang diterima apa adanya. Yang dibahas dalam ilmu ekonomi adalah bagaimana kebutuhan ini menjadi permintaan efektif di pasar. Sebab permintaan yang dilayani oleh pasar adalah permintaan yang efektif (kebutuhan yang ada didukung oleh kesediaan dan kemampuan untuk membayar harganya).

Selain kebutuhan konsumen, masih banyak faktor lain yang ikut mempengaruhi apa dan berapa yang mau dibeli oleh masyarakat, antara lain: tingkat pendapatan konsumen, harga barang-barang lain, selera, mode, pengaruh lingkungan fisik dan lingkungan sosial, perkembangan jumlah penduduk, dan lain sebagainya.

Dasar penawaran adalah perilaku produsen. Seorang produsen yang menawarkan suatu barang/jasa di pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor. untuk menghasilkan barang dan jasa (= output/ keluaran) dibutuhkan suatu kombinasi dari berbagai sumber daya atau faktor produksi (= input/masukan). Hubungan antara output dan input dapat dijelaskan dengan menggunakan teori fungsi produksi. Masukan yang dipakai dalam proses produksi harus dibayar (dibeli, disewa, disediakan sendiri, “dikorbankan”); hal inilah yang merupakan biaya produksi. Hasil produksi bila dijual mendatangkan penerimaan. Jika semua biaya produksi ditutup dan masih ada sisa, berarti ada keuntungan.

Maka, seorang produsen yang bertindak ekonomis mempertimbangkan pengorbanan dan hasil (cost and benefit) dengan memperhitungkan biaya dan penerimaan (cost dan revenue).

Permintaan dari pihak konsumen/pembeli dan penawaran dari pihak produsen/ penjual bertemu di pasar, tegasnya di pasar barang. Struktur dan bentuk pasar, yaitu pola interaksi antara penjual dan pembeli, antara produsen yang satu dengan produsen yang lain, serta antara konsumen yang satu dengan konsumen lainnya ikut mempengaruhi perilaku produsen dan konsumen.

Dalam era globalisasi sekarang ini, keadaan pasar dan harga dalam negeri ikut dipengaruhi juga oleh keadaan pasar intenasional, yaitu ekspor, impor, dan tinggi rendahnya kurs valuta asing.

Produsen tidak hanya bertindak sebagai penjual yang menawarkan hasil produksinya, tetapi juga sebagai pembeli/peminta yang membutuhkan sumber daya atau faktor produksi untuk input/masukan dalam proses produksi. Di pasar faktor, para produsen (RTP) tampil sebagai pembeli, sedang produsen lain (RTP) dan masyarakat (RTK) sebagai penawar faktor produksi.

Di pasar faktor, pam pemilik faktor produksi mendapatkan suatu balas jasa atau pendapatan: upah, sewa, bunga, dan laba. Besar kecilnya balas jasa ini ditentukan oleh berbagai faktor, dan berpengaruh besar terhadap distribusi pendapatan dalam masyarakat.

Perilaku produsen dan konsumen di pasar faktor tidak tentu sama dengan perilakunya di pasar barang karena faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja manusia, sumber-sumber alam, tanah, dan modal mempunyai beberapa keistimewaan sehingga tidak dapat disamakan dengan pasar barang.

Keseluruhan interaksi antara permintaan dan penawaran (konsumen dan produsen, pembeli dan penjual) yang membentuk harga di pasaran bebas (sistem harga) membantu memecahkan masalah pokok ekonomi: APA dan BERAPA yang dihasilkan, juga UNTUK SIAPA, atau bagaimana hasil produksi disalurkan/ didistribusikan kepada warga masyarakat. Tetapi tidaklah secara sempurna. Masih banyak kekurangan yang melekat pada mekanisme harga ini. Interaksi antara penjual dan pembeli di pasar bebas dapat menyebabkan yang sudah kuat bertambah kuat dan yang lemah semakin kalah. Dalam keadaan demikian pemerintah perlu ikut campur tangan umuk mengoreksi pola interaksi tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Akhimya, maksud dari seluruh ulasan teori ekonomi tidak lain sebagai bekal untuk lebih dapat memahami keadaan dan perkembangan masyarakat. llmu ekonomi bukan semacam permainan dengan kurva dan rumus, melainkan suatu perangkat analisis untuk mempelajari berbagai segi kehidupan ekonomi bangsa kita sendiri, dahulu, sekarang, dan di masa mendatang.

Pustaka

Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Oleh Drs. T. Gilarso, SJ.

This entry was posted in Ekonomi, Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s