Investasi Tanah

Jika seseorang sudah terbiasa melakukan investasi properti, umumnya mereka akan mencoba melakukan investasi tanah. Investasi tanah ini memiliki perhitungan yang sama dengan yang terjadi investasi rumah. Dana investasi yang clibutuhkan untuk melakukan investasi tanah bisa lebih rendah ataupun bisa lebih tinggi. Pada umumnya, ketika kita melakukan investasi tanah, kita akan membeli dalam satuan yang lebih luas daripada ketika kita membeli rumah. Dengan satuan yang lebih luas ini, kita bisa menekan harga dan kita juga bisa menjualnya dengan sistem pemecahan.

Sebagai contoh, jika kita membeli tanah seluas 1.000 meter persegi, kita bisa memecah sertifikat tanah tersebut menjadi empat bagian yang masing-masing memiliki luas 250 meter persegi. Kita bisa menjualnya satu bagian demi satu bagian kepada empat pihak yang berbeda.

Secara umum, investasi tanah memiliki risiko yang Iebih besar daripada investasi rumah, tetapi yield yang dihasilkan juga akan lebih besar. Investasi tanah mengandung unsur risiko penyerobotan oleh pihak yang tidal bertanggung jawab selama tanah tersebut kita diam kan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita harus mengeluarkan dana tambahan untuk penjagaan, misalnya membangun pagar keliling atau digunakan sebagai kebun yang dikelola oleh seseorang yang kita pekerjakan.

Kita ketahui bahwa jika tanah yang kita maksudkan untuk investasi ternyata diserobot orang lain, biaya untuk mengusir dan memperjuangkan hak kita di depan pengadilan tidaklah sedikit. Pada umumnya, risiko-risiko tersebut itulah yang menyebabkan hanya orang-orang yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang finansiallah yang melakukan investasi tanah.

Berikut ini beberapa tip sebelum kita melakukan investasi tanah.

1. Faktor Lokasi
Seperti halnya saat kita melakukan investasi rumah, faktor lokasi merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan kali pertama. Dalam memilih lokasi tanah yang akan dibeli, kita harus memperhatikan lebih detail tentang keadaan tanah, apakah tanah tersebut datar atau memiliki kemiringan tertentu. Hal itu sangat berpengaruh bagi calon konsumen yang akan membeli tanah kita suatu saat nanti karena pada umumnya, mereka akan membangun sesuatu di atas tanah tersebut. Biasanya, faktor-faktor lain berkaitan dengan lokasi sama dengan ketika kita mempertimbangkan membeli rumah.

2. Faktor Peruntukan
Faktor peruntukan sangat penting untuk kita ketahui sebelum kita membeli tanah. Kita harus mengetahui rencana pembangunan pemerintah atas tanah yang akan kita beli. Ada tanah yang diperuntukkan untuk bangunan hunian, perkantoran, pergudangan, dan lain-lain. Jangan sampai kita membeli tanah yang kecil, padahal peruntukan tanah tersebut ternyata untuk gudang. Suatu saat nanti, kita akan mengalami kesulitan ketika menjual tanah tersebut karena umumnya, perusahaan yang akan membangun gudang akan membeli tanah dengan ukuran yang cukup luas. Jadi, jika kita hanya memiliki tanah kecil, tanah tersebut akan sulit terjual karena tanah kecil hanya cocok untuk bangunan hunian, padahal di tempat tersebut tidak diperbolehkan untuk membangun rumah hunian.

3. Faktor Harga

Dalam melakukan investasi tanah, usahakan kita mendapatkan harga di bawah pasaran, misalnya dengan membeli tanah dengan ukuran yang sangat luas dan keadaan wilayah tanah yang belum berkembang. Hal tersebut tentunya bisa dinegosiasikan dengan pemilik tanah. Usahakan juga mendapatkan harga yang lebih rendah karena dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk menjaga tanah tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Faktor Legalitas
Kita harus memiliki kejelasan mengenai status hukum atas tanah yang kita miliki. Jangan sampai kita membeli tanah yang merupakan tanah sengketa sehingga suatu saat menimbulkan permasalahan hukum yang memakan biaya yang tidak sedikit. Jika hal itu terjadi, dapat dipastikan yield investasi kita akan berkurang drastis.

5. Faktor Keamanan
Seperti telah kita singgung sebelumnya, jika kita membeli sebidang tanah untuk investasi, akan lebih baik kita mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun pagar sekeliling tanah yang kita miliki dan melakukan pengawasan secara herkala. Tanah yang dihiarkan telantar sangat rentan terhadap masalah penyerobotan. Jangan sampai tanpa kita ketahui, ternyata di atas tanah kita sudah berdiri begitu banyak bangunan liar. Jika hal itu terjadi, biaya untuk membersihkan lahan tersebut akan menguras begitu banyak waktu dan pemikiran serta proses yang lama.

6. Faktor Pematangan

Ketika melakukan investasi tanah, sebaiknya kita melakukan usaha pematangan, misalnya berupa pembangunan fondasi keliling. Selain akan menimbulkan kesan bahwa tanah tersebut tidak ditelantarkan, hal tersebut juga akan memudahkan kita ketika menjual kepada calon konsumen pada kemudian hari.

Itulah faktor-faktor yang perlu kita perhatikan ketika melakukan investasi tanah. Pastikan kita membeli tanah dengan harga yang tepat dan menjualnya pada waktu yang tepat sehingga tujuan investasi kita dapat tercapai.

Pustaka
10 Investasi Paling Gampang & Paling Aman Oleh Joko Salim, S.Kom, SE

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s