Hukum Islam

Kapan, bagaimana dan mengapa Islam dapat tiba di kepulauan Indonesia merupakan bahan perdebatan yang tak berkesudahan bagi para sarjana. Oleh karenanya, menurut Ricklefs, tidak ada pernyataan yang jelas terkait dengan persoalan tersebut. Adapun yang menjadi alasan utamanya adalah rekaman mengenai proses Islamisasi hanya sedikit yang bertahan dan kebanyakan tidak memberikan informasi yang jelas. Tapi, dalam kaitannya dengan hukum, penguasa di Sumatera Utara, sebagaimana catatan Ibn Battuta, merupakan pengikut aliran hukum Shafi’i yang sampai saat ini mendominasi di Indonesia.

Aliran hukum Shafi’i ini merupakan kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad b. Idris al-Shafi’i, pendirinya, dan para sarjana hukum selanjutnya yang berada dalam tradisi ini. Aliran ini menempatkan sunnah sebagai penjelas Qur’an. Tapi, bagi para penduduk di Asia tenggara ini sunnah tidak identik dengan hadits-hadits “Timur Tengah yang dipandang tidak tepat untuk mereka. Oleh karenanya wilayah ini kurang “Islami” dihanding wilayah Iainnya. Tapi, menurut Hooker, persoalan ini, terkait dengan keregangan antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam, kemudian menjadi utama abadi di wilayah.

Pemberlakuan hukum Islam di wilayah nusanrara dapat ditemukan, misal, di Aceh pada masa kekuasaan Iskandar Muda. Pada masa ini kumpulan hukum Islam tersebut dikenal sebagai “adat poteu morehom.” Dalam kumpulan tersebut terdapat pengaturan tentang kekuasaan raja yang di dalamnya memuat berbagai etiket, doa-doa, dan upacara-upacara. Selain itu, kumpulan ini pun memuar srruktur tata negara Aceh itu sendiri. Di Minangkabau, bagian tengah Sumatera, terdapat upaya-upaya untuk menyesuaikan adat setempat yang matrilineal dengan hukum Islam. Pergulatan serupa terjadi di Jawa, dimana Islam digunakan untuk menginterpretasikan ulang simbol-simbol budaya yang berasal dari Hindu dan Animisme.'”

Pada masa kolonial, hukum Islam tidak begitu mendaparkan tempat. “rapi, ia tidak dapat diartikan sebagai absennya hukum Islam. Hukum Islam selain merasuk melalui hukum adat, ia pun secara minimal ia diadopsi oleh pemerintah Belanda. Pencapaian yang mengejutkan terjadi ketika legislasi yang berupa Royal Decree 1882 diadopsi yang kemudian memberi dasar bagi pembentukan Pengadilan Ulama. Melaluinya, di Jawa dan Madura akan didirikan sebuah lembaga peradilan bagi kaum muslim untuk menyelesaikan segala persoalannya yang berada dalam lingkup hukum keluarga dengan menggunakan hukum islam.

Perkembangan selanjutnya yang cukup berpengaruh adalah pembentukan yang selanjutnya menjadi departemen agama ketika Jepang menguasai Indonesia. Institusionalisasi Islam dalam negara ini kemudian memberikan kemudahan bagi “pemublikan” persoalan privat.

Salah satunya adalah pembentukan pengadilan agama (Islam) yang memiliki kewenangan ekslusif dalam bidang hukum keluarga umat Islam yang juga berada di luar lingkungan peradilan um um. Tapi, pengadilan agama sebagaimana pengadilan u mum berpuncak pada Mahkamah Agung. Daniel Lev, salah seorang komentator terkemuka, memandang institusi pengadilan agama tidaklah lebih sebagai bagian dari budaya lokal yang dibungkus layaknya gaya Barat, seperti berdasarkan pada produk per-Undang-Undangan. Sehingga, untuk menganalisanya dengan teknik analisa hukum Barat akan sangat tidak sesuai.

Catatan penting lain atas hukum Islam Indonesia adalah hukum Islam Indonesia tidak bisa dibedakan dari hukum adat seperti halnya dalam persoalan perkawinan. Dalam perkawinan, walau wewenang untuk melakukan pengesahan secara formal berada pada Kantor Urusan Agama (KUA) rapi dalam kenyataannya hukum adat juga berperan untuk menentukan validitas perkawinan dimaksud. Oleh karenanya sangarlah dimungkinkan untuk membicarakan akan adanya sebuah mazhab hukum Islam baru, yakni mazhab Indonesia.”‘

Pustaka
Memahami Hukum di Indonesia Oleh Pranoto Iskandar bersama Yudi Junadi,Pranoto Iskandar

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s