Problematika Tidur Wanita

Gangguan tidur dapat terjadi pada siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, penyebab gangguan tidur pada laki-laki dan perempuan sedikit berbeda. Pada laki-laki umumnya disebabkan oleh aktivitas kerja dan rutinitas keseharian. Pada perempuan selain aktivitas kerja dan pertambahan usia, faktor hormonal juga sangat berpengaruh.

Adanya perbedaan faktor hormonal tersebut membuat wanita mempunyai problematika tidur tersendiri. Umumnya hormon progesteron dan estrogen yang berpengaruh pada pola tidur wanita. Hal ini disebabkan oleh reseptor hormon progesteron dan estrogen terletak pada bagian tersendiri di hipotalamus. Posisi kedua hormon tersebut dianggap berpengaruh pada irama sirkadian dan pola tidur secara langsung.

Sayangnya, kita masih belum dapat memastikan bagaimana kedua hormon ini dapat memengaruhi proses tidur. Namun, telah diketahui bahwa dosis tinggi progesteron dapat memperpendek waktu latensi REM sehingga wanita yang menjalani terapi sulih hormon disarankan untuk rnengonsumsinya di sore atau malam hari saja.

Pada masa produktif, gangguan tidur banyak disebabkan oleh siklus menstruasi. Masa menstruasi ini berbeda-beda. Ada yang dimulai pada usia 12 tahun bahkan ada yang menstruasi pada usia hampir menginjak 17 tahun. Semua dipengaruhi oleh hormon. Menjelang menstruasi, wanita mengalami sindroma pramenstruasi (PMS), seperti sakit kepala, nyeri payudara, kondisi emosional yang tidak stabil, dan berkurangnya konsentrasi. Saat menstruasi, gangguan tidur lebih disebabkan oleh rasa sakit atau kram di sekitar perut. Rasa sakit dan nyeri tersebut mengakibatkan pola tidur wanita menstruasi terganggu. Tak heran jika kebanyakan wanita justru memperpanjang waktu tidurnya hingga 12 jam atau lebih.

Kehamilan dan Tidur
Masa kehamilan dan sesudah melahirkan merupakan masa yang rawan bagi seorang wanita untuk mengalami gangguan tidur. Pada awal kehamilan (trisemester pertama), seorang wanita hamil lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Yang biasanya tidur 6-7 jam/hari, bisa menjadi 8-10 jam sehari, tetapi tahapan tidur dalam-nya berkurang. Hal ini disebabkan oleh tingginya produksi kadar hormon progesteron yang merangsang kantuk. Progesteron juga mempunyai efek melemaskan otot, termasuk otot kandung kemih. Akibatnya, saat tidur pun bisa terganggu oleh dorongan untuk kencing di malam hari.

Hormon progesteron juga memicu munculnya rasa mual dan muntah pada pagi hari (morning sickness). Bahkan, rasa tak nyaman tersebut bisa juga Menjadi di malam hari sehingga tidur tidak lama dan tidak nyenyak.

Di trisemester kedua, yaitu memasuki bulan ke-4 hingga ke-6 kehamilan, hormon progesteron terus bertambah, tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat. Janin pun terletak lebih tinggi hingga mengurangi tekanan pada kandung kemih. Kualitas tidur menjadi lebih baik. Namun, banyak wanita hamil yang menjadi pendengkur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan berat badan drastis dan gangguan pernapasan. Dengkuran merupakan tanda sleep apnea yang bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah.

Pada masa kehamilan, berat badan wanita bertambah dengan pesat. Kelebihan berat badan pada masa kehamilan bisa memicu risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA). Sebuah penelitian menghubungkan hipertensi pada kehamilan (pre-eklamsia) dengan gangguan tidur, seperti OSA dan Periodic Limb Movements in Sleep (PLMS), Penyempitan saluran napas atas bisa diakibatkan oleh faktor kegemukan atau pembengkakan (oedema) saluran napas itu sendiri. Akibat penyempitan saluran napas ini, wanita hamil menjadi seorang pendengkur. Wanita dengan lingkaran leher yang lebih besar mempunyai risiko lebih besar untuk mendengkur dan menderita OSA (sleep apnea). Beberapa penelitian membuktikan bahwa mendengkur dapat menjadi tanda dari hipertensi yang dipicu oleh kehamilan serta keterlambatan pertumbuhan janin. Bayi-bayi yang lahir dari ibu pendengkur lebih sering mempunyai berat badan lahir yang rendah.

Mendekati saat melahirkan atau memasuki trisemester ketiga, gangguan tidur dalam bentuk insomnia bisa muncul akibat kekhawatiran akan proses melahirkan, posisi tidur yang serba sulit, dan juga seringnya buang air kecil. Gerakan janin di dalam rahim juga dapat mengganggu kenyamanan tidur. Umumnya, pada masa ini gangguan tidur mencapai puncaknya.

Penggunaan Continuous Possitive Airway Pressure (CPAP) terbukti dapat memperbaiki tidur, tekanan darah, dan kadar asam urat dalam darah wanita yang mengalami pre-eklamsia. CPAP adalah sebuah alat yang terhubung pada sebuah masker hidung yang berfungsi untuk menangani masalah sleep apnea. Setelah melahirkan (masa postpartum) seorang ibu sering mengalami insomnia akibat pola tidur bayi yang belum teratur dan juga depresi setelah melahirkan. Pada masa biasanya keluhan insomnia dapat diatasi dengan penyesuaian terhadap pola tidur bayi. Cobalah untuk tidur lebih awal dan bergantian dengan suami dalam menjaga bayi Anda.

Masa Menopause
Setiap wanita akan memasuki tahap menopause dalam hidupnya. Menopause merupakan salah satu periode perubahan hormonal dalam tubuh wanita. Pada masa ini, wanita menopause biasanya mengalami insomnia yang terberat. Selain akibat perubahan hormonal, insomnia biasanya dikaitkan juga dengan gangguan emosi dan keluhan rasa panas (hot flushes) yang sering menyerang. Rasa panas ini mengganggu tidur karena harus berulang kali berganti baju akibat terlalu banyak mengeluarkan keringat. Hot flush merupakan sensasi panas yang muncul dari dalam tubuh sehingga tubuh berkeringat dan tak nyaman. Meski selalu dikaitkan dengan masa menopause, sampai saat ini masih belum dapat dijelaskan etiologi pastinya.

Pada masa lampau untuk mengurangi keluhan-keluhan ini, para wanita usia lanjut dianjurkan untuk menjalani terapi sulih hormon. Namun, saat ini penggunaan hormon dari luar tidak dianjurkan lagi karena mengakibatkan gangguan proses tidur normal dalam jangka panjang. Keluhan mendengkur juga patut diperhatikan, mengingat dengan bertambahnya usia semakin bertambah pula risiko menderita sleep apnea.

Pustaka

Aj Bangun Oleh Andreas Prasadja

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s