Uang Lancar Kuliah Jalan

“Cintaku di Kampus Biru” film yang pernah populer di tahun 1980-an ini bercerita tentang anak kuliah yang dimabuk cinta. Tapi, apakah benar kampus itu hanya untuk cinta-cintaan? Kalau kamu bertanya pada semua narasumber yang ada dalam buku ini maka jawabannya sudah pasti “Tidak”. Nggak seperti masa sekolah, yang seringnya kita habiskan untuk bermain dan kongkow-kongkow dengan teman sebaya, kuliah bisa dikatakan sebagai sebuah masa transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja. Kuliah adalah jenjang terakhir dari sistem pendidikan kita, dan di sanalah kita mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja.

Di antara kamu, mungkin ada yang sudah sering mendengar jargon “Bisa, karena terbiasa.” Kita bisa cepat menyesuaikan diri dengan dunia kerja jika sebelumnya kita sudah terbiasa bekerja. Sepertinya, hal inilah yang menginspirasi banyak mahasiswa untuk mencari kerja sampingan saat masih kuliah. Di antara mereka, ada yang kerja sampingan sesuai dengan bidang studi yang diambil, misalnya mahasiswa sastra Inggris yang mengajar bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus bahasa. Tapi, ada jugs yang kerja sampingannya sama sekali nggak nyambung dengan kuliah mereka, misalnya mahasiswa hukum yang memilih kerja sampingan sebagai model atau mahasiswa jurnalistik yang menjadi penyiar radio.

Ada banyak alternatif kerjaan yang bisa dilakukan seorang mahasiswa sambil kuliah. Misalnya, jadi pengajar privat, penerjemah, fotografer, terlibat dalam kepanitiaan sebuah event organizer, jurnalis, atau bahkan menjadi seorang komikus dan pedagang. Ada beberapa jenis kerja sampingan yang bisa dilakukan mahasiswa.

Pertama, kerja sampingan dengan background ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Misalnya, menjadi pengajar bahasa dan penerjemah bagi mahasiswa sastra, menjadi teknisi komputer bagi mahasiswa ilmu komputer, menjadi reporter bagi mahasiswa jurnalistik, atau menjadi desainer situs atau setter untuk mahasiswa desain grafis.

Kedua, kerja sampingan yang didasarkan pada bakat dan keahlian. Misalnya, seorang mahasiswa Biding Kajian Ilmu Sejarah bisa saja menjadi seorang penulis jika ia memang berbakat. Atau, seorang mahasiswa Fakultas Hukum yang nyambi jadi model karena merasa memiliki bakat di bidang tersebut.

Dan, yang terakhir adalah kerja sampingan karena ada peluang dan kesempatan. Biasanya, jenis kerja sampingan ini tak mengenal keahlian atau pun bidang kajian tertentu. Contoh konkritnya, seorang mahasiswa yang menjadi pedagang pulsa, aksesoris, atau sepatu, mahasiswa yang menjadi tenaga freelance pada sebuah event organizer, atau mahasiswa yang menjadi tenaga transcriber—pengolah data perusahaan.

Biasanya, ketika kita sudah merambah satu jenis pekerjaan, akan mudah bagi kita untuk mencoba pekerjaan lainnya. Dan, masa kuliah adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengeksplorasi bakat, keahlian, serta kemampuan kita di berbagai bidang pekerjaan. Hal seperti ini pulalah yang pernah dialami oleh sebagian besar narasumber dalam buku ini. Misalnya saja, Windy Ariestanty dan R. Andriani yang sudah pernah bekerja di beberapa bidang usaha.

Windy pernah bekerja sebagai penerjemah, staf pemasaran sebuah restoran, agen perjalanan wisata, pedagang buku dan peralatan rumah tangga, sampai menjadi setter dan surveyor. Sama halnya dengan Windy, R. Andriani pun pernah mencoba berbagai jenis pekerjaan, dari jadi asisten dosen, penyiar radio, MC dan moderator, story teller, bahkan menjadi seorang penyulih suara iklan radio.

Atau, kita juga bisa mencontek pengalaman Vecky Manengkey, mahasiswa IESP, Universita Padjadjaran. la memanfaatkan “kecerewetannya” untuk menjadi MC, penyiar radio, bahkan jadi host di beberapa acara stasiun televisi swasta. Sehingga, penghasilan yang diraihnya pun tidak sedikit. Tak jarang nilai 1,5 juta rupiah bisa diraihnya hanya dalam satu event acara saja.

Pengalaman ketiga teman kita ini membuktikan bahwa sebagai seorang mahasiswa, kita bisa bekerja tidak hanya di satu jenis pekerjaan tapi di beberapa jenis pekerjaan sekaligus. Kuncinya adalah keberanian kita untuk mencoba berbagai hal baru dan berusaha untuk “menaklukkan”-nya dengan kemampuan yang kita miliki.

Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika kita memutuskan untuk bekerja sejak masih di bangku kuliah. Salah satunya adalah kita bisa memperoleh tambahan uang saku. Bahkan, tak jarang hasil dari kerja sampingan yang kita lakukan bisa digunakan untuk membiayai kuliah sendiri. Hal ini misalnya dialami oleh Endang Rukmana dan Raditya Dika. Penghasilan Endang dan Radith sebagai penulis novel sudah lebih dari cukup untuk membayar biaya kuliah mereka sendiri.

Selain keuntungan finansial, kerja sampingan bisa kita jadikan ajang “pemanasan” sebelum kita benar-benar terjun ke dunia kerja yang penuh tekanan dan tantangan. Bekerja sampingan juga bisa dijadikan batu loncatan untuk mencapai cita-cita, misalnya bekerja sampingan sebagai model agar kelak bisa menjadi bintang sinetron dan pemain film. Atau, menjadi penyiar radio agar bisa menjadi pembawa acara di televisi.

Para mahasiswa yang kerja sampingan sambil kuliah biasanya adalah orang-orang yang memiliki visi ke depan. Mereka nggak mau berpangku tangan dan hanya berkutat dengan diktat dan tugas kuliah. Mereka adalah orang-orang yang aktif bukannya pasif. Dengan pengalaman beberapa teman tersebut, kamu pun dapat mulai mencari penghasilan sendiri di luar uang saku bulanan. Dengan begitu, tidak saja kuliah yang lancar diselesaikan, uang saku pun dengan sendirinya mengalir ke kantongmu berkat kerja sampingan. Semoga buku ini dapat menginspirasi kamu untuk menjadi “hebat” seperti mereka para narasumber.

Pustaka
21 Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa Oleh Rani Koswara

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s