Memulai Bisnis Rumahan

Setiap orang dapat mempunyai dan mengelola sebuah bisnis rumahan. Walaupun terlihat mudah, tetapi seseorang tetap diharuskan mempunyai sebuah rencana untuk sebuah usahanya.

Menentukan jenis usaha
Anda dapat memilih bidang usahanya, seperti di bidang pembuatan atau penjualan produk dan menjual jasa. Lingkup usaha seputar pembuatan dan penjualan produk berkisar antara pembuatan sebuah produk dan memasarkannya. Pilihan usaha lain adalah menjadi seorang distributor atau penjual langsung (pengecer). Untuk bidang jasa, penentuan jenis jasa yang diusahakan didasarkan pada tingkat keperluan konsumen, tingkat keunikan dari sebuah jasa, dan tingkat keistimewaannya jika dibandingkan dengan jenis jasa yang ditawarkan oleh pihak lain.

Dalam prosesnya, penentuan jenis usaha ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti berikut ini.

• Kesenangan (hobi). Banyak pemilik usaha rumahan memulai usahanya dari sebuah hobi. Bahkan dalam prosesnya akan sangat membantu karena pemilik seperti menyalurkan hobinya sambil mencari penghasilan yang diinginkan.

• Kemampuan dan keterampilan. Buatlah sebuah usaha yang paling nyata untuk dilakukan dengan modal yang dipunyainya. Jika memungkinkan, bekerja sama dengan orang lain dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Peluang pasar. Buatlah sebuah pengamatan terhadap jenis usaha yang akan dilakukan. Lihat banyak tidaknya konsumen yang memerlukan dan tingkat kesempatan mengambil peluang dari kisaran pasar yang ada. Cermati pula persaingan terhadap usaha sejenis lainnya.

• Ide baru atau jenis usaha baru. Ada nasehat wirausahan yang menyatakan janganlah terjun ke bidang usaha yang sudah banyak pelaku bisnisnya. Carilah ide dari jenis usaha baru dari kebutuhan hidup yang tidak terbatas. Jangan merasa pesimis dari sebuah ide baru untuk sebuah inovasi bisnis baru untuk menjadi pelopor di dunia usaha.

Menentukan lokasi usaha dan keamanannya
Bisnis rumahan dapat Anda kelola di sebuah ruangan di rumah, mulai dari ruang garasi rumah, kamar kosong, hingga ruang tamu. Dengan memperdayagunakan ruangan di rumah ini merupakan faktor penghematan utama untuk modal awal usaha.

Selain nilai positif di atas, ada pula efek negatif dari kehadiran sebuah usaha di rumah. Misalnya berkurangnya kenyamanan dan luas area bermain bagi anak-anak. Kondisi ini ada yang menyebutkan sebagai kondisi investasi untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik di masa yang akan datang. Dengan berubahnya fungsi ruang pribadi menjadi ruang publik bagi pelanggan yang datang menjadikan rasa aman perlu diperhatikan. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak pemilik usaha membuat batasan yang jelas antara ruang usaha dengan ruang pribadi untuk tempat tinggal sehari-hari.

Selain dengan menggunakan ruang di dalam rumah, model bisnis rumahan dapat dilakukan dengan sewa tempat, sewa di pameran, open house toko, menitipkan ke penjual, menata barang dengan sistem swalayan, mobil toko, atau pemasaran lewat website.

Menata ruangan

Langkah selanjutnya adalah menyiasati ruangan yang minim dapat menampung semua kegiatan usaha. Penataan perabotan dan produk dilakukan dengan rapi, bersih, efisien, dan efektif sehingga pelanggan dapat merasakan nyaman dan ingin kembali lagi.

Kelengkapan alat pendukung lain juga perlu dipersiapkan. Jika usaha rumahan bergerak di bidang jasa boga (rumah makan, catering) perlu diperhitungkan kapasitas daya listrik yang ada sehingga mencukupi kebutuhan.

Promosi dan pemasaran

Umumnya usaha rumahan tidak bisa bertahan lebih dari 1-2 tahun. Jika masih bertahan pada tahun ketiga berarti bisnis tersebut cukup sehat dilanjutkan. Untuk itu, diperlukan beberapa strategi usaha, terutama rencana promosi dan pemasaran.

Hal yang diperhatikan dalam penyusunan strategi pemasaran bisnis rumahan adalah tingkat harga produk/jasa, promosi, kepuasan pelanggan, dan pesaing usaha. Untuk tingkat usaha perlu dianalisis tingkat kebutuhan akan produk atau jasa tersebut dan kesanggupan pelanggan dapat membeli/membayarnya. Hal ini dapat dilihat target karakter dari pelanggannya.

Untuk menyusun rencana promosi bisnis rumahan, hal berikut ini perlu Anda perhatikan dengan baik.

• Cari keistimewaan dari usaha yang dijalankan sehingga berbeda dengan yang lain.

• Tentukan luasan area pelanggan yang diinginkan. Hal ini berkaitan dengan jangkauan pelanggan dengan lokasi tempat usaha.

• Buatlah spanduk/papan nama yang jelas dengan jenis usaha yang dilakukan di depan tempat usaha.

• Buatlah brosur dengan ukuran tertentu dengan desain yang menarik perhatian dan isi yang jelas (ada nama dan jenis usaha, alamat, dan nomor telepon yang dapat dihubungi). Sebarkan brosur ini langsung di sekitar lokasi bisnis.

• Jangan meremehkan promosi langsung dari mulut ke mulut. Layani pelanggan dengan baik sehingga rasa puas pelayanan dan produk yang baik dapat disebarkan pelanggan ke kerabat atau orang-orang di sekitarnya.

• Manfaatkan networking, relasi, dan saudara dalam promosi.

• Jika cakupan usaha luas dapat melakukan promosi pada media yang lebih besar, seperti iklan pada media cetak, radio hingga televisi.

Gunakan produk yang berkualitas, itulah kunci dari kepuasan pelanggan. Jangan beri pelanggan dengan produk dan pelayanan yang bermutu rendah. Jika perlu beri jaminan kepuasan pelanggan hingga purna jual dan konsisten dalam memenuhi janji tersebut. Tampung keluhan dari konsumen dan lakukan perbaikan untuk masa datang. Dengan pelayanan yang baik, pelanggan diharapkan dapat kembali lagi dan menyebarkannya ke orang-orang terdekat.

Dalam menjalankan bisnis, persaingan usaha sangat mudah ditemui apalagi jika jenis usaha yang dilakukan telah banyak dilakukan orang lain. Amati lokasi dan jenis usahanya. Cari sisi yang merupakan kelemahan dari usaha orang lain. Setelah itu buat rencana yang lebih baik pada usaha sendiri agar menjadi lebih baik.

Persiapkan izin usaha, tertib administrasi, dan pajak

Walaupun usaha rumahan, tetap saja memerlukan surat izin yang diperlukan dari ketua RT hingga tingkatan yang lebih tinggi. Hal ini tergantung dari jenis usaha yang dilakukan. Berikut ini kelengkapan yang sebaiknya dipersiapkan.

• Mengisi formulir pengajuan izin tempat usaha.

• Fotokopi KTP yang masill berlaku rangkap 2 dengan menunjukkan aslinya.

• Fotokopi kepemilikan tanah dan fotokopi IMB beserta gambar.

• Melampirkan pernyataan asli tidak keberatan dari tetangga yang berhimpitan dengan lokasi usaha.

• Fotokopi akte pendirian usaha (CV/PT/Yayasan)

• Surat pernyataan kesanggupan di atas materai secukupnya.

Lakukan tertib administrasi untuk mempermudah perhitungan keuntungan dan proses pembayaran pajak jika memenuhi syarat sebagai usaha yang dibebankan pajak. Selain itu, perlu dilakukan pembukuan sederhana terkait dengan pencatatan aset dan transaksi sehari-hari. Diperlukan ilmu pembukuan sederhana yang dapat dipelajari dari buku-buku pengetahuan populer atau minta penjelasan dari orang terdekat/saudara yang cukup ahli dalam bidang ini.

Untuk permasalahan pajak, jika pembukuan yang dilakukan rutin dan baik akan mempermudah penentuan biaya yang terkena pajak dan tidak terkena pajak. Ada baiknya untuk mengikuti kursus pajak untuk menghindari kesalahan dalam membayar pajak. Oleh karena itu, tidak sedikit pemilik bisnis rumahan bahkan usaha kecil yang membayar pajak lebih besar dari yang seharusnya.

Pustaka
Rahasia Sukses Berbisnis Sampingan Skala Rumahan Oleh Redaksi RAS

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s