Harta, Tahta, Dan Wanita

Dalam kenyataan hidup ini, obyek nafsu manusia secara garis besar ada tiga (harta, wanita/pria, dan tahta). Sejauh pemahaman saya, secara tersurat maupun tersirat, QS Ali Inzran: 14 menunjukkan dalil adanya obyek nafsu manusia terhadap harta dan wanita/pria saja. Lalu mana dalil yang menunjukkan obyek nafsu manusia terhadap tahta? QS Al-Ahzab: 72 menerangkan bahwa hanya manusia yang nzau memikul amanat (kewajiban-kewajiban). Sedangkan QS Adz-Dzariyat: 56 menerangkan bahwa jin dan manusia yang berkewajiban memikul anzanat (beribadah kepada Allah). Apakah kedua ayat tersebut tidak bertentangan, di mana yang satu menyatakan hanya manusia, sedangkan yang satunya lagi menyatakazz jin dan manusia?. Mohon penjelasan. Terima kasih, wassalam.

Salah satu ayat yang dapat dijadikan rujukan adalah firman-Nya: “Engkau menganugerahkan kekuasaan bagi siapa yang Engkau kehendaki dan mencabutnya dari siapa yang Engkau kehendaki.” (QS Ali Imran/3:26). Kata “mencabut ” memberi isyarat bahwa seringkali penguasa sangat bernafsu mempertahankan kekuasaannya sepanjang mungkin, kalau pun harus mengalihkan, maka pengalihan tersebut adalah kepada anak keturunan atau teman dekatnya, sehingga kekuasaannya dapat langgeng, karena nafsu yang menggebu itulah sehingga jarang manusia menyerahkannya secara suka rela. Oleh sebab itu bila tiba ketetapan Allah, Yang Maha Kuasa itu harus mencabutnya dengan paksa.

Dapat juga dikatakan bahwa pada umumnya tahta dikejar oleh seseorang karena keinginannya yang meluap untuk memperoleh hiasan duniawi yang dirinci oleh ayat Ali Imran/3:14 yaitu: wanita-wanita, anak-anak lelaki, harta yang tidak terbilang lagi berlipat ganda dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Bukankah siapa yang mengusai sebanyak mungkin hal-hal diatas, dapat dinilai telah memiliki kekuasaan sedang tahta pada hakekatnya adalah kekuasaan.

Tidak tepat berkata bahwa QS Al-Ahzab/33:72 menyatakan bahwa hanya manusia yang mau memikul amanat. Kata hanya sama sekali tidak disebut pada ayat itu yang terjemahan lengkapnya adalah: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semua enggan memikulnya dan mereka khawatir (mengkhianatinya) dan dipikullah ia oleh manusia. Sesungguhnya manusia amat dzalim lagi amat bodoh.” Dengan demikian ayat ini hanya berbicara tentang kesedihan manusia memikul amanah dan penolakan langit, bumi dan gunung-gunung serta kecaman kepada manusia yang telah menerimanya itu lalu menyia-nyiakannya.

Soal jin atau malaikat tidak disinggung sedikit pun, sehingga ia tidak dapat dinilai bertentangan dengan ayat-ayat yang menginformasikan kewajiban manusia, jin atau siapapun untuk taat kepada Allah SWT.

Pustaka
Mistik, seks, dan ibadah Oleh Moh. Quraish Shihab

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s