Hormon Yang Berubah

Pada suatu masa di dalam hidup kita, fungsi ovarium akan berkurang efektivitasnya sehingga kadar estrogen dan progesteron menjadi mulai menurun. Ketika ini terjadi, kita akan mulai mengalami perubahan siklus menstruasi atau gejala yang berhubungan dengan menurunnya kadar estrogen. Fungsi ovarium mulai menurun rata-rata pada saat seorang wanita berusia pertengahan empat puluhan. Saat ini, kadar hormon yang turun naik akan membuat kita terganggu. Ada dua faktor utama yang berperan dalam hal ini. Pertama, lebih sedikit folikel yang matang dan, kedua, produksi telur mulai berkurang, sehingga ovulasi tak terjadi pada setiap siklus menstruasi.

Konsekuensinya adalah terbentuknya pola baru perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi. Pertama, bila folikel tak matang, hanya sedikit estrogen yang diproduksi selama dua minggu pertama siklus. Karena tak ada telur yang matang dalam folikel, folikel itu tak dapat melepaskan telur yang akan melekat pada korpus luteum. Bila ovulasi tak terjadi, juga tak akan ada progesteron yang dikeluarkan oleh korpus luteum pada paruh kedua siklus. Ini berarti estrogen akan terus membentuk lapisan uterus tanpa diimbangi oleh efek dari progesteron, dan ini akan mengakibatkan haid yang berat di luar yang biasanya. Yang kedua, gagalnya ovarium mengeluarkan telur yang matang akan menyebabkan kadar estrogen turun menjadi sangat rendah sehingga lapisan uterus tak terstimulasi untuk menyiapkan telur yang dibuahi sehingga menstruasi tak terjadi.

Ketika kadar estrogen dan progesteron menurun, kelenjar hipotalamus dan kelenjar pituitari berusaha untuk mengoreksi keadaan ini dengan menaikkan produksi FSH dan LH untuk menstimulasi ovarium melakukan fungsi normalnya. Bila ovarium tak mampu bereaksi dengan membuat matang folikel dalam setiap siklus, kadar FSH dan LH yang tinggi ini akan mengganggu operasi normal dari sistem tubuh lainnya termasuk metabolisme, kimiawi otak, dan keadaan tulang.

Pustaka

Tip & solusi gizi untuk tetap sehat, cantik dan bahagia di masa menopause … Oleh Emma S. Wirakusumah

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s