Hubungan Diet dengan Golongan Darah

Apa pun jenis golongannya, darah adalah elemen tubuh yang sangat penting. Fungsinya sangat vital, yakni sebagai media melawan kuman (sel darah putih / leukosit) dan sebagai faktor pembeku (trombosit/ platelet ). Dalam darah terkandung butiran darah merah yang mengandung hemoglobin atau sel darah merah yang bertugas mengangkut zat gizi dan oksigen untuk dialirkan ke seluruh tubuh (sel darah merah/eritrosit).

Selain mengangkut oksigen dan gizi tubuh, sel darah merah juga berperan dalam menentukan golongan darah. Golongan darah sendiri merupakan gambaran karakteristik sel-sel darah merah seseorang yang dipengaruhi oleh jumlah karbohidrat dan protein pada membran sel darahnya. Singkatnya, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung dalam sel darah merah.

Ada empat jenis golongan darah, yaitu A, B, AB, dan O. Masing-masing golongan darah itu mempunyai rhesus, yakni rhesus positif (Rh + ) dan rhesus negatif (Rh -).

Menurut sistem ABO yang ditemukan dokter Austria, Karl Landsteiner, (1900), darah ditentukan oleh zat /antigen yang terkandung dalam sel darah merah.

Menariknya, ada hubungan antara golongan darah dengan diet. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Peter J. D’Adamo memperkenalkan hubungan antara diet dengan golongan darah. Tahun 1996, naturopatis asal Stamford, Connecticut, Amerika Serikat ini merilis buku yang berjudul “Eat Right For Your Type”. Dalam bukunya, Dr. D’Adamo menyebutkan bahwa manusia yang memiliki tipe darah berbeda pasti memiliki reaksi terhadap makanan yang berbeda pula. Gagasan ini berakar pada sejarah evolusi, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan golongan darah (0, A, B, dan AB).

Terkait dengan persoalan inilah, Dr. D’Adamo melakukan penelitian dengan mengecek reaksi setiap tipe darah terhadap makanan tertentu. Berdasarkan penelitian ini, ia membuat daftar makanan apa saja yang cocok dengan setiap tipe darah agar terhindar dari reaksi aglutinasi penyebab berbagai macam penyakit degeneratif.

Golongan darah merupakan tameng dari sistem kekebalan tubuh. Dalam darah terdapat antigen yang bertugas sebagai antibodi, seperti mencegah masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh. Jika asupan makanan tidak sesuai dengan tipe atau golongan darah, maka akan terjadi penurunan sistem imun tubuh, sel darah menjadi tidak sehat, bahkan terjadi penggumpalan.

Makanan tertentu bisa merugikan suatu golongan darah, tetapi adakalanya bahan makanan yang sama justru bermanfaat bagi golongan darah lainnya. Di sinilah letak pentingnya diet sesuai golongan darah.

Setiap makanan bisa dikategorikan sangat baik, netral, atau harus dihindari sesuai tipe darah. Kategori sangat baik bisa diartikan bahwa makanan itu bekerja bagaikan obat. Netral berarti pengaruh makanan tersebut bagi tubuh adalah kecil. Dihindari berarti makanan bertindak bagaikan racun dan berdampak negatif bagi tubuh.

Pustaka
Panduan Tepat Diet untuk Golongan Darah A Oleh Budi Sutomo, S.Pd & dr. Yoanita Ristyaningrum

This entry was posted in Kesehatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s